5 Tips menikmati Nasi Tempong: Dari Bekal Sawah Legendaris Jadi Kuliner Hits!

RekomendasiWisata.comNasi Tempong, hidangan ikonik dari Banyuwangi, Jawa Timur, siap memanjakan lidah kamu dengan sensasi pedas yang menggigit. Perpaduan nasi putih hangat, aneka lauk pauk, dan sambal tempong yang khas menghadirkan cita rasa istimewa yang tak terlupakan. Ulasan ini akan mengajak kamu menyelami dunia kuliner Nasi Tempong, mulai dari asal-usulnya yang unik, ragam penyajiannya yang menggoda, hingga tips menikmatinya dengan sempurna.

Menelusuri Jejak Sejarah Nasi Tempong

Nasi Tempong, atau sego tempong dalam bahasa Jawa Osing, bukan sekadar hidangan biasa. Di balik kelezatannya yang menggoda, tersimpan kisah panjang yang menjadikannya legenda kuliner Banyuwangi. Mari kita selami jejak sejarah Nasi Tempong, menjelajahi asal-usulnya yang unik dan perjalanan transformasinya menjadi hidangan istimewa yang tak terlupakan.

Awal Mula Sederhana: Bekal Petani yang Mengubah Rasa

Konon, kuliner ini berawal dari kebiasaan para petani Banyuwangi yang membawa bekal nasi dengan sambal yang pedas saat bekerja di sawah. Sambal ini dibuat dengan cara sederhana, cabai rawit, Ranti atau tomat buah, gula pasir, terasi matang, dan garam diuleg jadi satu kemudian di tambah dengan perasan jeruk sambal atau jeruk lemau untuk menambah kesegaran. Rasa pedasnya yang nendang dan aromanya yang harum menjadi teman setia para petani di tengah teriknya matahari.

Kata “tempong” sendiri berasa dari bahasa Osing yang berarti “tamparan“. Hal ini merujuk pada sensasi rasa pedas sambal yang begitu kuat, seolah menampar lidah dan membangkitkan semangat para petani untuk terus bekerja.

Transformasi Menuju Legenda Kuliner Banyuwangi

Seiring dengan berjalannya waktu, kebiasaan membawa bekal nasi dengan sambal ini mulai diadopsi oleh masyarakat luas. Dari hidangan sederhana para petani, kemudian menjelma menjadi hidangan populer yang disukai semua kalangan. Berbagai variasi lauk pauk dan lalapan pun mulai ditambahkan, memperkaya cita rasa dan menambah daya tarik tersendiri.

Popularitas hidangan ini terus meningkat, mengantarkannya menjadi ikon kuliner Banyuwangi yang tak boleh dilewatkan. Kini, kuliner ini dapat ditemukan di berbagai tempat, mulai dari warung makan sederhana hingga restoran ternama. Rasanya yang istimewa dan kemudahan penyajiannya menjadikannya hidangan favorit banyak orang, tak hanya di Banyuwangi, tapi juga di berbagai daerah di Indonesia.

Lebih dari Sekadar Hidangan, Sebuah Warisan Budaya

Nasi Tempong bukan hanya hidangan lezat, tapi juga warisan budaya Banyuwangi yang patut dilestarikan. Keunikan rasanya, sejarahnya yang panjang, dan cara penyajiannya yang khas menjadikannya bagian integral dari identitas budaya Banyuwangi. Menyantap Nasi Tempong tak hanya memanjakan lidah, tapi juga membawa kita menyelami kekayaan budaya dan tradisi masyarakat Banyuwangi.

Mencicipi Ragam Cita Rasa SegoTempong

nasi tempong makanan khas banyuwangi

Nasi Tempong menawarkan variasi penyajian yang menggoda selera. Berbagai lauk pauk dan lalapan melengkapi hidangan ini, menciptakan perpaduan rasa yang harmonis.

Lauk Pauk:

  • Tempe goreng
  • Tahu goreng
  • Ikan asin
  • Bakwan jagung
  • Ayam goreng
  • Telur dadar
  • Tempe mendoan

Lalapan:

  • Bayam rebus
  • Kol rebus
  • Terong rebus
  • Kacang panjang rebus
  • Daun kemangi

Sambal Tempong

Inilah inti dari Nasi Tempong. Sambal yang terbuat dari campuran cabai rawit, tomat, terasi, dan beberapa bahan lainnya dan terakhir diberi perasan jeruk sambal atau jeruk limau, sambal tempong akan menghadirkan rasa pedas yang khas dan aroma harum yang menggoda. Tingkat kepedasannya pun dapat disesuaikan dengan selera, mulai dari level “pedas biasa” hingga “pedas nendang”.

Tips Menikmati Nasi Tempong dengan Sempurna

nasi tempong asli banyuwangi

1. Pilih Lauk Pauk Favorit:

Sesuaikan lauk pauk dengan selera kamu. Perpaduan tempe goreng, tahu goreng, dan ikan asin merupakan pilihan klasik yang tak terlupakan.

2. Atur Tingkat Kepedasan Sambal:

Bagi pecinta pedas, level “pedas nendang” siap menantang lidah kamu. Bagi yang tidak terbiasa pedas, pilih level “pedas biasa” atau “pedas sedang”.

3. Sajikan dengan Lalapan Segar:

Lalapan rebus seperti bayam dan kol menambah kesegaran dan tekstur pada hidangan.

4. Cicipi Nasi Tempong dengan Cara Tradisional:

Makanlah dengan tangan, rasakan sensasi pedas dan gurih yang autentik dari makanan khas banyuwangi ini.

5. Nikmati Suasana Khas Banyuwangi:

Menyantap kuliner ini di warung makan tradisional Banyuwangi akan menambah pengalaman kuliner yang tak terlupakan.

Warung Nasi Tempong di Banyuwangi

Tidak terlalu sulit untuk menemukan warung yang menjual kuliner di ketika kamu sedang berada di Banyuwangi. Banyak sekali kios-kios atau warung makan yang menyediakan hidangan ini pada daftar menu mereka. Namun berdasarkan pengalaman dari Rekomendasi Wisata, terdapat 2 warung makan yang memang spesialis menyediakan kuliner sambal tempong ini, yaitu Warung Sego Tempong Mboh Wah dan Warung Sego Tempong Mbok Nah.

Untuk warung sego tempong mbok Nah berlokasi di jalan olonel Sugiono No.16, Kertosari, Kec. Banyuwangi, Kabupaten Banyuwangi dan buka setiap hari mulai pagi hingga larut malam. Sedangkan lokasi warung sego tempong Mbok Wah terletak di Jl. Gembrung No.220, Lingkungan Watu Ulo R, Bakungan, Kec. Glagah, Kabupaten Banyuwangi dan buka mulai pagi sampai pukul 22.00 WIB.

Untuk harga seporsi nasi tempong di kedua warung tersebut antara Rp 20.000 sampai Rp 50.000 tergantung dari macam-macam lauk yang dipesan.

Akhir Kata

Nasi Tempong, hidangan pedas khas Banyuwangi, menawarkan sensasi rasa yang tak terlupakan. Perpaduan nasi putih hangat, aneka lauk pauk, dan sambal tempong yang khas menghadirkan pengalaman kuliner yang istimewa. Bagi pecinta kuliner pedas, sego tempong adalah hidangan yang wajib di coba yang akan memanjakan lidah kamu.

Dan jangan lupa untuk membagikan ulasan kuliner ini kepada teman ataupun keluargamu dan sampai jumpa pada ulasan rekomendasi wisata berikut yang tentunya tidak kalah menarik.

Sumber : RRI.co.id

One Comment

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *