Ubud adalah salah satu wilayah wisata paling populer di Bali. Ada banyak hal menarik di Ubud, salah satunya adalah Mandala Wisata Wenara Wana atau Mandala Suci Wenara Wana, juga yang lebih dikenal sebagai Monkey Forest Ubud. Wisata satu ini banyak diminati turis asing maupun lokal karena menghadirkan wisata yang menarik, yakni berupa objek wisata budaya dan alam yang menjadi satu. Pengunjung akan dibuat nyaman dengan pepohonan yang masih lebat, hewan-hewan liar terutama monyet yang dibiarkan berkeliaran bebas, dan ada juga pura Hindu yang disakralkan. Wilayah wisata ini sendiri memang merupakan hutan lindung, sehingga keasriannya memang dijaga dengan baik.

Mandala wisata wenara wana ubud
Monyet di Mandala Wisata Wenara Wana, Ubud

Lokasi Mandala Wisata Wenara Wana

Apabila kamu tertarik mengunjungi Mandala Suci Wenara Wana, kamu dapat pergi ke Jl. Monkey Forest, di Desa Padang Tegal, Ubud, Gianyar, Bali. Lokasinya sendiri mudah dicari dan dapat ditemukan di peta digital ponsel.

Lokasi paling strategis untuk pergi ke wisata ini adalah jika kamu menginap di resort atau penginapan di sekitar Jl. Monkey Forest. Beberapa resort memiliki jarak tempuh sekitar 5 menit saja untuk mencapai Monkey Forest Ubud.

Namun, apabila kamu menginap di sekitar Kecamatan Blahbatuh, perlu waktu sekitar 35 sampai 40 menit. Waktu tempuh tersebut sama jika kamu datang dari Kecamatan Gianyar. Untuk yang datang dari Payangan, butuh waktu lebih lama yaitu sekitar 1 jam lebih. Sementara jika kamu datang dari Kecamatan Sukawati, hanya menempuh perjalanan sekitar 25 menitan. Kemudian jika kamu berasal dari Kecamatan Tampaksiring, butuh waktu sekitar 40 menitan untuk sampai di Monkey Forest Ubud.

Hal yang Bisa Dilakukan di Mandala Suci Wenara Wana

Ubud Monkey Forest ini merupakan wilayah hutan lindung dengan luas mencapai 12.5 hektar. Di dalamnya terdapat pepohonan yang masih dijaga dengan baik, serta 3 pura Hindu yang juga dirawat dengan sungguh-sungguh karena disakralkan.

Pura yang paling terkenal dan paling besar di tempat ini bernama Pura Dalem Agung Padangtegal, dan mendapat julukan sebagai Temple of Dead, atau kuil kematian. Pura lainnya adalah Pura Beji dan Pura Prajapati. Ketiga pura tersebut sangat dijaga dan dijadikan sebagai cagar budaya sehingga pengunjung dilarang melakukan hal-hal yang dianggap merusak dan tidak sopan.

Namun, yang menjadi daya tarik utama Mandala Wisata Wenara Wana adalah populasi monyet yang ada di dalamnya. Monyet-monyet tersebut juga sangat dijaga kelestariannya. Mereka dibiarkan liar dan biasanya berinteraksi dengan pengunjung karena cukup jinak. Meskipun jinak, pengunjung juga harus tetap berhati-hati karena pada dasarnya monyet adalah binatang liar yang memiliki pola atau tingkah laku yang tidak terduga.

Monyet pada wisata ini merupakan jenis monyet ekor panjang atau Macaca fascicularis, dengan total sekitar 749 ekor yang terdiri dari monyet pejantan, betina, dewasa, remaja, hingga bayi. Penyebarannya cukup merata di berbagai tempat, antara lain di dalam hutan, di Sentral Point, di pura-pura, kuburan, dan lain sebagainya.

Bagi pengunjung yang datang, diharapkan tidak panik ketika bertemu dengan monyet-monyet di sekitar. Ikuti instruksi yang ada dan jangan membawa barang-barang yang dilarang karena untuk keselamatan diri kamu sendiri.

Beberapa tindakan yang sebaiknya dihindari ketika bertemu monyet antara lain; panik, berteriak, berlari, menatap mata monyet, memberi makanan yang bukan makanan asli alam(biskuit, permen, dan sejenisnya), mengganggu bayi monyet, menyentuh monyet, dan jangan sekali-kali menyembunyikan makanan dengan membawa wadah kantong atau kresek. Tindakan-tindakan tersebut selain berbahaya untuk kamu juga membahayakan monyet di sana.

Meskipun pengunjung bisa memberikan makanan, tapi sebaiknya tidak memberi makanan kemasan yang tidak sehat. Monyet di tempat wisata ini sangat diperhatikan gizinya. Kemudian bagi pengunjung yang membawa balita atau anak kecil, sebaiknya selalu mengawasi anak Anda supaya tidak melakukan tindakan gegabah yang bisa saja mengganggu monyet di sana dan membuat monyet-monyet marah.

Untuk menangani masalah yang disebabkan oleh monyet maupun pengunjung, ada petugas kesehatan yang siap sedia membantu Anda.

Harga Tiket Masuk dan Parkir Monkey Forest Ubud

Untuk orang dewasa maupun anak-anak, pengunjung akan dikenakan biaya tiket masuk. Bagi pengunjung dewasa, tarif yang dipatok adalah 80 ribu rupiah, sedangkan bagi anak-anak berusia 3 sampai 12 tahun akan dikenakan tarif sekitar 60 ribu. Harga tersebut dapat berubah sewaktu-waktu sesuai kebijakan yang berlaku.

Sedangkan untuk parkir, juga dikenakan tarif berbeda-beda. Bagi parkir motor, hanya dikenakan biaya 2 ribu rupiah. Untuk pengendara mobil tarifnya 5 ribu, bus kecil 10 ribu, bus kecil dengan kapasitas lebih dari 20 orang dikenakan tarif 15 ribu. Tarif tersebut adalah tarif per jam, dan ada biaya tambahan jika melebihi satu jam parkir.

Usai dari Mandala Wisata Wenara Wana, kamu juga bisa mengunjungi wisata lain di dekatnya, seperti Museum Seni Agung Rai, berbelanja di Jalan Monkey Forest, pergi ke Ubud Palace, dan puri dan museum lainnya di sekitaran.